BKPRMI Kota Langsa menilai aksi jual-beli koin Game Higgs Domino yang saat sedang mewabah di tengah masyarakat Aceh, mulai meresahkan. Apalagi, permainan game online yang telah merasuki seluruh lapisan masyarakat ini, membuat lalai generasi muda.

“Ini haram karena permainan ini bisa digunakan dengan top up (isi ulang) chip berupa koin emas agar si pemain bisa terus memainkan gamenya dengan cara melakukan transaksi jual dan beli,” ujar Ketua BKPRMI Kota Langsa, Tgk Zubir, S.Pd.I, Selasa (03/11/2020).

Menurut pandangannya, saat ini masyarakat Aceh khususnya di Kota Langsa banyak yang di lalaikan dengan permainan game tersebut di hampir setiap warung kopi.

Dengan iming-iming kemenangan besar dan memperoleh keuntungan besar, telah membuat pemain terus berpacu untuk membeli chip (koin) dengan tujuan menang. Padahal sebaliknya, pemain tak sadar telah tertipu dalam permainan lingkaran setan.

Higgs Domino merupakan game berbasis Android. Di dalamnya terdapat sejumlah pilihan permainan, mulai dari domino, kartu, puzle, dam, dan slot. Permainan slot inilah yang sangat populer, mulai dari DuoFuDUOCAI, Rezeki NOMPLOK, 5DRAGONS, dan FaFaFa.

Menurut Tgk Zubir, yang ironis penjualan chip ini dilakukan secara terang-terangan, tanpa memperdulikan waktu, bahkan saat azan magrib berkumandang masih saja pemain sibuk di warung kopi dengan game tersebut.

Permainan menjadi semakin menarik karena game Higgs Domino menyediakan fitur ‘top up’ (isi ulang), ‘sedekah’, dan ‘kirim’ chip (koin emas). Pada fitur ‘sedekah’, chip yang diberikan terbatas. Dalam sehari, pemain bisa mendapatkan tiga kali sedekah chip, masing-masing sebesar 2 miliar.

Jika chip dari ‘sedekah’ tidak cukup, pemain bisa memanfaatkan fitur ‘top up’. Pada fitur ini, pembelian chip dilakukan melalui pihak provider dengan cara menukar pulsa.

Berikutnya adalah fitur ‘kirim’ chip. Dengan fitur tersebut, pemain bisa saling berbagi chip. Namun fitur ini juga dimanfaatkan oleh banyak pemain untuk transaksi jual beli. Jika membeli melalui fasilitas ‘top up’, untuk chip sebanyak 400 miliar harus membayar Rp 60.000, maka dengan sesama pemain harganya lebih murah, berkisar antara Rp 60.000 sampai Rp 70.000 untuk chip 1 B (1 triliun). Umumnya, pembelian minimal antar sesama pemain adalah 1 B.

Peluang untuk melakukan jual beli chip inilah yang kemudian membuat game ini menjadi sangat populer.
Di warung-warung kopi, dengan mudah bisa ditemui masyarakat bermain Higgs Domino. Umumnya adalah anak-anak muda, meski tak sedikit juga ditemukan orang tua yang ikut bermain.

Transaksinya juga cukup mudah. Gamer yang butuh chip tinggal mendatangi atau menghubungi gamer lain yang memiliki banyak chip, menyerahkan uang sesuai yang disepakati, lalu chip dikirim ke pembeli melalui fitur ‘kirim’. Tak jarang, mereka yang kecanduan rela merogoh kocek dalam-dalam hanya sekedar untuk membeli chip.

“Inikan sudah termasuk perjudian, dan sangat meresahkan serta merusak akidah para kaum intelektual muda, bahkan banyak mudharatnya hingga pemain sudah malas untuk bekerja”, tegasnya.

Dikatakannya, seperti pernyataan MPU Aceh, karena ada transaksi jual beli dalam permainan tersebut maka game itu haram dan merupakan bentuk perjudian online. Sehingga pemain berkhayal untuk menang dan banyak mudarat lainya.

“Kita minta pihak penegak hukum atau pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah hukum demi mencegah rusaknya generasi muda Aceh nantinya”, pintanya.

Selain itu, kita minta pemerintah Aceh untuk mengeluarkan peraturan tegas terhadap game online Higgs Domino, bahwa permainan itu haram dan membuat sangsi hukum secara tegas agar ada efek jera bagi para pemain atau penjual chip.

Selain itu, kata Zubir, ini demi menyelamatkan Aceh sebagai negeri serambi Mekah. Jangan sampai gara-gara game tersebut masyarakat Aceh semakin lalai karena masih bebas permainannya tanpa produk hukum yang jelas.

“Gubernur Aceh bersama DPR Aceh harus segera membuat produk hukum bagi pemain atau pun penjual chip, demi menyelamatkan bumi Aceh ini dari praktek perjudian yang berbasis online”, demikian Ketua BKPRMI Langsa.

Sumber : afnews.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *